skripsi segala jurusan
anda butuh skripsi? di sini tersedia skripsi segala jurusan hingga 5500 judul dari berbagai universitas di Indonesia
atau mau uang 110 juta? temukan caranya di sini sekarang juga
KLIK DI SINI
http://www.pedagangskripsi.blogspot.com Ads premium
-





Tampilkan postingan dengan label Sekolah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sekolah. Tampilkan semua postingan

Fenomena Siswa Tidak Bisa Bicara Selain Bahasa Ibu

Menyimak bayi Normal bisa bicara ada beberapa tahap yang dilalui :

  1. Bayi mendengarkan suara sekitar, coba teman-teman membuat suara di dekat bayi maka bayi akan mencari suara yang teman-teman buat.
  2. Bayi akan berlatih satu dua kata untuk berbicara, biasanya orang tua akan mengajari terus bayi secara berulang-ulang.
  3. Bayi akan menirukan Bahasa yang digunakan oleh orang di lingkungan bayi tinggal untuk bicara.
  4. Keaktifan orang tua dalam mengajak bicara yang memperngaruhi kelancaran dan kecepatan dalam bayi bisa bicara.
Lalu bagaimana dengan siswa yang di Sekolah mempelajari Bahasa selain Bahasa Ibu (misal : Inggris dan Jerman)?.

Yang menjadi fenomena adalah Siswa Tidak Bisa Bicara Selain Bahasa Ibu,  coba teman-teman ajak siswa bicara selain Bahasa Ibu. Pasti hasilnya bisa teman-teman tebak sendiri kan?.

Menurut saya ada beberapa hal yang menyebabkan Siswa Tidak Bisa Bicara Selain Bahasa Ibu :

Pertama : 
Mengambil analogi diatas, Siswa TK, SD, SMP dan SMU seharusnya tidak jauh berbeda dalam mempelajari bahasa selain Bahasa Ibu, dengan tahap Bayi bisa bicara.
Siswa dibiasakan Guru berbicara selain Bahasa Ibu di Sekolah. baru setelah itu Siswa diajak bicara satu dua kata setelah itu tahap Membaca dan Menulis Bahasa selain Bahasa Ibu.
Tetapi yang dipelajari di Sekolah adalah Bahasa Ibu diajarkan sebagai Bahasa adalah Keilmuan, dimana tata bahasa dan lain sebagainya dipelajari.
Ya, wajar saja Siswa Tidak Bisa Bicara Selain Bahasa Ibu, bicara saja belum lancar malah disuguhi tata bahasa.
Dalam hal ini Bahasa adalah kebiasaan sering kita lupakan.
Kalau diurutkan agar siswa bicara selain Bahasa Ibu seharusnya Listening – Speaking – Reading – Writing bukan Reading - Listening - Speaking - Writing.

Kedua :
Kurangnya kompetensi Sekolah.
Yang menjadi persoalan adalah berapa besar Sekolah yang semua Guru, Staff TU, Penjaga Sekolah, Kepala Sekolah yang lancar bicara selain Bahasa Ibu?.
Jaman Kakek saya dulu, wajar saja bisa berbahasa Belanda, lah... Gurunya Orang Belanda yang bisa Bahasa Belanda.
Memang perlu biaya, waktu, dan tenaga agar Sekolah memiliki semua Guru, Staff TU, Penjaga Sekolah, Kepala Sekolah yang lancar bicara selain Bahasa Ibu.
Apalagi Sekolah bertaraf Internasional sudah dihapuskan (kalau ini sih fenomena lain ya...)

Ketiga dan seterusnya...
Nah... Giliran teman-teman untuk menambahi, silakan isi di kotak komentar ya.
Terima kasih.

Silat, Olahraga yang Terasingkan di Negeri Sendiri

Di Sekolah kita mendapat pelajaran Penjasorkes (Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan).
Setiap minggu kita mendapat 2 (dua) jam mata pelajaran atau 1,5 jam  (1 Jam 30 Menit).
Olahraga yang berasal dari Nusantara yaitu Pencak Silat, sedikit sekali diulas baik teori apalagi praktek (barang kali malah tidak diajarkan di sekolah).
Kalupun ada di Sekolah, pelajaran Silat berupa Ekstra kurikuler.
Yang menarik adalah, berapa banyak sekolah yang mengadakan ekstra kurikuler Silat?
Lalu karena Silat masuk dalam ekstra kurikuler sekolah berapa banyak siswa yang mengikuti ekstra kurikuler Silat?
Silat

Tentang Silat, siswa yang mengambil ekstra kurikulerpun, kadang tidak serius dan kontinyu mengikutinya, apalagi sampai memahami filosofi Silat.
Pencak Silat

Lantas kesalahan ada pada pihak Sekolah atau Siswa?

Jangan-jangan karena perkembangan teknologi, agar dianggap keren siswa lebih tertarik main game di internet.
atau jangan-jangan rasa takut Pihak Sekolah karena tidak ada dalam kurikulum sehingga Silat tidak diajarkan.
atau jangan-jangan pembuat kurikulum menganggap hal yang berasal dari negeri sendiri adalah hal biasa, sehingga agar luar biasa kurikulum mengacu pada hal yang berasal dari luar negeri.
Mungkin kalau negeri orang lain sudah mengakui bahwa Silat berasal dari negerinya bukan berasal dari Nusantara, maka Silat akan ramai-ramai digalakkan.
Menyikapi hal seperti ini, terkadang lebih baik Silat diakui bukan berasal dari Nusantara, agar kita BEREAKSI menggalakkan Silat sehingga Silat bukan Olahraga yang Terasingkan di Negeri Sendiri

Alumni Siswa Tidak punya Ketrampilan Menghidupi Diri Sendiri Apalagi Orang Lain

Siswa lulus 100 % atau diluluskan agar lulus 100% adalah saat dan peristiwa yang menggembirakan bagi siswa, wali siswa, masyarakat, sekolah dan pemerintah. Menjadi problematika bagi alumni siswa ketika kembali dalam kehidupan masyarakat bahwa alumni siswa tidak punya ketrampilan menghidupi diri sendiri apalagi orang lain.

Yang menarik dari siswa lulus 100 % atau diluluskan agar lulus 100% adalah berapa besar alumni siswa yang tidak punya ketrampilan menghidupi diri sendiri apalagi orang lain?
Keberadaan, tumbuh dan berkembangnya tempat kursus ketrampilan agar mampu menghidupi diri sendiri apalagi orang lain adalah suatu fenomena ditengah besarnya dana anggaran pendidikan nasional.

Tentang tidak punya ketrampilan menghidupi diri sendiri apalagi orang lain, alumni siswa yang mendapat rangking atau peringkat baikpun kadang lalai dengan tidak membekali minat dan bakat agar memiliki  ketrampilan menghidupi diri sendiri apalagi orang lain.

Lantas kesalahan ada pada pihak alumni siswa, sekolah, wali siswa, masyarakat, tempat kursus atau pemerintah?

Jangan-jangan, pemerintah lalai dengan tidak menciptakan generasi penerus bangsa yang mampu menghidupi diri sendiri dan orang lain.
Atau jangan-jangan, sekolah tidak punya sarana dan prasarana untuk menunjukkan dan mengarahkan minat dan bakat siswa agar memiliki  ketrampilan menghidupi diri sendiri dan orang lain .
Atau jangan-jangan masyarakat yang diwakili komite sekolah tidak bisa berbuat banyak karena berpandangan bersekolah yang penting mendapat ijazah.
Atau jangan-jangan pula wali siswa yang memiliki dana cukup, sudah memiliki agenda sendiri terhadap anaknya.
Dalam hal ini siswa menjadi korban atau pelaku sulit untuk menentukan.

Beragam sikap dan pendapat menyikapi alumni siswa tidak punya ketrampilan menghidupi diri sendiri apalagi orang lain.

Bisakah teman-teman memberikan salah satunya kepada saya?

Fenomena Tidak Percaya Diri Siswa

Tidak percaya diri, tidak naik kelas, tidak mendapat rangking atau peringkat, tidak  lulus sekolah, tidak lolos seleksi atau ujian masuk ke jenjang sekolah yang lebih tinggi adalah salah satu problematika yang dihadapi siswa.

Yang menarik dari tidak percaya diri siswa adalah berapa banyak pihak yang terlibat dan dilibatkan?
Menjamurnya lembaga bimbingan belajar yang tumbuh dan berkembang ditengah-tengah masyarakat yang menuntut biaya pendidikan gratis adalah suatu fenomena.

Tentang tidak percaya diri siswa, siswa yang tergolong pandaipun kadang lalai dengan mengatasnamakan jaga-jaga dan jangan terlalu percaya diri.

Lantas kesalahan ada pada pihak siswa, sekolah, wali siswa, masyarakat, lembaga bimbingan belajar atau pemerintah?

Jangan-jangan, pemerintah lalai dengan tidak membuat kurikulum metode baku dan praktis untuk menghilangkan tidak percaya diri siswa.
Atau jangan-jangan, sekolah tidak punya keberanian membuat kreasi dan inovasi karena metode baku dan praktis untuk menghilangkan tidak percaya diri siswa tidak ada dalam kurikulum.
Atau jangan-jangan masyarakat yang diwakili komite sekolah tidak bisa berbuat banyak karena merasa tidak dilibatkan dalam problematika tidak percaya diri siswa.
Atau jangan-jangan pula wali siswa yang memiliki dana cukup, tidak percaya dengan sekolah sehingga membiayai siswa ikut bimbingan belajar.
Dalam hal ini siswa menjadi korban atau pelaku sulit untuk menentukan.

Menyikapi fenomena tidak percaya diri siswa, apakah teman-teman :
1. Tidak tahu harus berbuat apa, sehingga mengambil sikap serahkan saja pada 
    mekanisme yang berlaku.
2. Tidak mau tahu karena bukan urusannya.
3. Ikut bimbingan belajar untuk menghilangkan tidak percaya diri.
4. Tidak ikut bimbingan belajar karena sudah percaya diri.
5. Memandang tidak percaya diri siswa bukan sebagai masalah penting sehingga 
    diam saja.
6. Ikut membuka lembaga bimbingan belajar karena memiliki jiwa bisnis bahwa 
    tidak percaya diri siswa adalah peluas bisnis atau penghasilan yang menjanjikan.
7. Membuka peluas bisnis baru berupa lembaga pelatihan siswa agar siswa 
    menjadi percaya diri.
8. Atau barangkali memiliki ide, saran dan kritik atau apalah namanya untuk 
    memecahkan problematika tidak percaya diri siswa?

Saya berharap sikap teman-teman diisikan di komentar.
Terima kasih.

Lulus 100 %, atau "diluluskan" agar lulus 100%

Tahun Pelajaran 2011/2012 Siswa di Sekolah Dasar kami lulus 100 %.
Siswa, Wali Siswa, Pengajar, Kepala Sekolah dan Pemerintah merasa senang jika ada Sekolah yang lulus 100 %.

Yang menarik adalah, sebenarnya berapa persen siswa yang benar-benar lulus sekolah ?
Lalu karena lulus 100 % merupakan bagian prestasi bagi Kepala Sekolah dan Pengajar, berapa banyak siswa yang "diluluskan" agar 100 % lulus?

Tentang lulus 100 %, Kepala Sekolah dan Pengajar yang seharusnya menjadi panutan siswa-pun terkadang lalai dengan mengatur siswa agar berkonspirasi dengan segala cara agar lulus 100 %.
Mengatur tempat duduk siswa, mengajari siswa mencontek, mengajari siswa memberi tahu jawaban ke teman, memberi kunci jawaban, menyuap pengawas ujian adalah sebagian konspirasi agar 100 % lulus.
Jangan Bilang-bilang kalau lulus 100 % sudah diatur

Lantas kesalahan ada pada Siswa, Pengajar, Kepala Sekolah atau Pemerintah?

Jangan-jangan alasan prinsip ekonomi yang telah menguasai pola pikir penyelenggara pendidikan sebab lulus 100 % berarti dana bantuan sekolah akan maksimal menjadi sebab utama "diluluskan" 100 % siswa.
Atau jangan-jangan kenaikan jabatan bagi Kepala Sekolah dan Pengajar yang menjadi faktor pendukung.
Dalam hal ini siswa menjadi korban atau pelaku, sulit untuk menentukan.
Mudah-mudahan Lulus 100 % benar-benar lulus 100 % bukan "diluluskan" 100%.

Jangan jajan sembarangan

Jangan Jajan Sembarangan
Sejak kecil saya diajari untuk "Jangan jajan sembarangan".
Yang menarik adalah ketika istirahat sekolah teman-teman saya jajan di sekolah maupun di depan sekolah, berapa banyak untuk membeli jajanan yang sehat?
Lalu karena kurangnya penyadaran agar kita jajan yang sehat antara penjual dan pembeli, berapa banyak dari kita yang tersadarkan.
Tentang kesadaran jajan sehat, orang yang sadar jajan sehatpun lama-lama akan tergoda juga dengan sajian yang super menggoda oleh penjaja jajanan.
Lantas kesalahan ada pada pembeli (siswa), penjual (penjaja jajanan), orang tua atau sekolah?
Jangan-jangan alasan prinsip ekonomi untuk meraih keuntungan sebesar-besarnya menjadi tuan bagi penjaja jajanan.
Atau jangan-jangan perasaan bangga orang tua-lah yang telah memberi uang jajan siswa.
Atau jangan-jangan pula pihak sekolah yang tidak memberi sarana untuk jajan sehat.
Dalam hal ini siswa menjadi korban atau pelaku, sulit untuk menentukan.
Mudah-mudahan Jangan jajan sembarangan bukan sekedar Slogan.

Gratis Test IQ Online

Gratis Test IQ Online
Saat di TK Royyan mengikuti test IQ, tetapi sayang saat mengikuti test IQ Royyan harus membayar.
Benar apa kata Orang, bahwa Pendidikan di Indonesia sudah dikomersialkan.
Test IQ yang sangat penting saja menjadi bahan dagangan bagi sebagian orang.
Tidak mengapa sih... karena mereka kan berdagang.
Sekedar catatan saat mengikuti test IQ tidak ada paksaan dari Ibu Guru loh...
Tetapi kan namanya untuk kepentingan Royyan sendiri, akhirnya Royyan tetap mengikuti test IQ tersebut.
Ya... walaupun harus membayar.
Harganya sih murah, tetapi ya...itu...harus membayar.
Huh... sabar.....
Tetapi sekarang teman-teman tidak perlu menggerutu lagi, sebab ada test IQ Gratis online loh...
Nih Royyan berikan Link addresnya.


Setelah mengikuti test IQ teman-teman bisa mendapat hasilnya...
Sekedar gambaran teman-teman tergolong level apa bisa dilihat tabel di bawah ini :

Tabel hasil Test IQ
Tabel Nilai IQ
NilaiPeringkatRentang IQKeterangan
20Genius140+
Anda mungkin jenius.
16 - 19Berbakat130 - 139
Anda memiliki imajinasi yang Khusus dan pikiran logis.
10 - 15Di atas rata-rata115 - 129
Anda memiliki imajinasi yang baik dan pikiran logis.
6 - 9Rata-rata102 - 114
Anda memiliki imajinasi rata-rata dan pikiran logis.
3 - 5Kurang dari Rata-rata90 - 101
0 - 2Di bawah rata-rata70 - 89
Anda memiliki imajinasi bawah rata-rata dan pikiran logis.

Selamat mengikuti Test IQ ya teman-teman.

Test Buta Warna (Ishihara Test) Saat Membuat SIM

Seingat saya, waktu itu Bapak memiliki SIM C yang hampir habis masa berlakunya.
Setelah Bapak melengkapi persyaratan dengan meminta keterangan dari Desa, Bapak mengajak saya untuk ikut memperpanjang masa berlaku SIM C milik Bapak.
Bapak mengisi formulir, setelah itu membayar biaya pembuatan SIM, setelah itu Bapak mengikuti Test kesehatan.
Salah satu test yang dijalani adalah Bapak diminta untuk membaca angka yang ada di gambar yang sudah disediakan oleh Petugas.
Syukurlah Bapak lancar menyebutkan angka yang ada pada gambar tersebut sehingga Bapak dapat memperpanjang SIM C milik Bapak.
Oya... Bapak tidak mengikuti test Praktek mengendarai sepeda motor karena Bapak sudah pernah memiliki SIM C sebelumnya. Kalau Kakak teman-teman membuat SIM C baru (tidak perpanjangan) maka wajib mengikuti test praktek mengendarai sepeda motor.
Setelah selesai memperpanjang SIM C, seperti biasanya kalau bepergian dengan Bapak biasanya mampir dulu ke warung Bakso.
Seperti biasanya, saya memesan Bakso untuk Bapak dan saya tentunya, walaupun yang bayar Bapak, he... he.....he.....
Sembari menunggu pesanan Bakso datang, saya menanyakan perihal test menyebutkan angka pada gambar yang dijalani Bapak sewatuk memperpanjang SIM C.
Bapak menjelaskan kepada saya kalau test menyebutkan angka pada gambar tadi adalah Test Buta Warna atau Test Ishihara.
Tujuan dari test tersebut adalah agar pengemudi mengendarai sepeda motor dengan aman, dengan tidak memiliki kelainan penglihatan, baik salah satu warna ataupun sebagaian besar warna (tentunya bukan hitam putih).
Masih dari penjelasan Bapak seorang pengemudi kan harus bisa membaca rambu-rambu lalu lintas, biasanya sih berwarna merah dan putih, yang paling penting adalah pengemudi harus bisa melihat lampu lalu lintas yang berwarna merah, kuning dan hijau.
Bayangkan saja kalau pengemudi tidak bisa membedakan warna lampu lalu lintas.... wah bisa-bisa terjadi kecelakaan.
Ya... walaupun, urutan lampu lalu lintas sudah pasti yaitu posisi diatas berwarna merah, yang ditengah berwana kuning, sedang posisi bawah berwarna hijau.
Pengemudi yang buta warna sih bisa mengenali posisi lampu lalu lintas, tetapi dari kejauhan kan tidak terlihat secara jelas, sehingga kemungkinan terjadi kecelakaan lebih besar dibandingkan dengan pengemudi yang tidak buta warna.
Saat Bapak memberi penjelasan dengan semnagatnya.... eh... pesanan Bakso datang, sehingga Bapak menghentikan penjelasannya.
Yup.... Bapak dan saya langsung saja mengambil pesanan Bakso, dan sudah bisa ditebak kami makan dengan lahapnya.
Seperti biasanya saya makan Bakso dengan kerupuk.
Setelah makan Bakso dan Kerupuk , kamipun langsung pulang.

Oh iya teman-teman inilah gambar yang dijelaskan Bapak untuk melakukan test buta warana atau Ishihara test.
Pelajari ya teman-teman, siapa tahu teman-teman kalau kita sudah besar nanti membuat SIM.\
Delamat melakukan Test Buta Warna ya........

Test Buta Warna (Ishihara Test) Saat Sembuat SIM    Test Buta Warna (Ishihara Test) Saat Sembuat SIM  
Test Buta Warna (Ishihara Test) Saat Sembuat SIMTest Buta Warna (Ishihara Test) Saat Sembuat SIM
Test Buta Warna (Ishihara Test) Saat Sembuat SIMTest Buta Warna (Ishihara Test) Saat Sembuat SIM

12 Arti Pramuka

Kalau Royyan diberi pertanyaan, apa yang ada dalam pikiranmu saat mendengar kata PRAMUKA?
Saya akan menjawab

  • Pramuka itu Tunas Kelapa
 Tunas Kelapa     Tunas Kelapa
  • Pramuka itu Tali
Tali Pramuka
  • Pramuka itu baris-berbaris
Pramuka Baris Berbaris Pramuka Baris Berbaris
  • Pramuka itu Kemah
Kemah Pramuka
  • Pramuka itu Upacara
Upacara Pramuka
  • Pramuka itu Coklat
Logo Pramuka warna Coklat
  • Pramuka Itu Mencari Jejak
Mencari Jejak Mencari Jejak
  • Pramuka itu Kesenian
Kesenian Pramuka
  • Pramuka itu Hasduk
Hasduk Pramuka
  • Pramuka itu Peci
Peci Pramuka
  • Pramuka itu Tarik Tambang
Tarik tambang Pramuka
  • Pramuka itu Api Unggun
Api Unggun   Api Unggun

Apa yang ada dalam pikiran teman-teman saat mendengar kata PRAMUKA?

Manfaat membuat Blog Untuk Tambah Ilmu

Teman-teman tentunya kita setiap hari dibiasakan oleh Bapak / Ibu Guru dengan kegiatan menghafal di Sekolah. 
Menghafal materi pelajaran merupakan rutinitas saya dan teman-teman  sehari-hari sebagai pelajar.
Kegiatan ini merupakan hal yang  wajib yang harus dilakukan oleh saya dan teman-teman untuk mendapatkan nilai yang bagus apabila ada ulangan harian atau ujian.
Setiap ulangan harian atau ujian biasanya soal yang keluar seputar materi pelajaran yang telah disampaikan oleh Bapak / Ibu Guru.
Hal ini yang membuat saya dan teman-teman berusaha berlomba-lomba untuk menghafal materi pelajaran yang disampaikan tersebut.
Banyak dari teman-teman kita yang memperoleh nilai bagus dengan metode belajar menghafal. 
Jika cara seperti itu dilakukan untuk semua mata pelajaran maka sudah barang tentu besar kemungkinan nilai-nilai mata pelajaran yang lain juga akan bagus.
Hasilnya jika dihitung semua nilai tersebut maka akan menjadikan teman-teman sebagai juara di kelasnya.
Juara Kelas

Yup... ini dia jawabannya, "mendapat nilai bagus agar menjadi juara kelas"
Tidak salah sih dengan tujuan ini, tetapi setelah lama saya renungkan, saya berkesimpulan bahwa ada yang kurang dengan tujuan ini.
Tujuan mendapat nilai bagus agar menjadi juara kelas ini dengan cara menghafal telah membelenggu kebebasan saya selama ini. Kebebasan untuk menambah ilmu.
Kegiatan menghafal yang selama ini disodorkan kepada saya, yang mau tidak mau , suka tidak suka harus saya telan mentah-mentah telah membuat saya bosan. Waktu saya tersita hanya untuk menghafal.
Bagimana tidak bosan, wong materi yang harus dihafal seabrek.
soal-matematika-smk.blogspot.com

Untuk mengusir rasa bosan akhirnya saya memutuskan membuat Blog ini, awalnya sih saya senang dengan facebook.
Tetapi di facebook pengetahuan saya tidak berkembang, karena sebagian besar update status teman-teman saya berisi seputar basa-basi.

Dengan membuat Blog ini banyak yang saya dapatkan loh...teman-teman :
  1. Ketika menulis postingan mau-tidak mau, saya harus mengerti apa yang saya postingkan, dengan mengetik postingan ternyata walaupun saya tidak hafal, saya menjadi tahu apa yang saya postingkan. Yup.... mengerti sesuatu tanpa menghafal... ya dengan menulis.
  2. Melatih saya untuk lebih teliti, karena sebelum di-publish saya harus terlebih dulu mengecek ejaan yang mau saya postingkan.
  3. Menambah pengetahuan saya, karena dengan blogging saya menjadi tahu flora dan fauna  di Alamendah's Blog,  tahu tentang arti kata di KBBI, tahu tentang sesuatu di wikipedia dan masih banyak lagi.
  4. Menambah teman, karena dengan mengisi buku tamu atau komentar di blog lain, maka ada hubungan pertemanan dalam hal ini.
  5. Promosi diri..... he..he...he.... kalau yang ini tidak perlu dibahas ah.
Oke teman-teman mau menghafal yang membuat bosan atau membuat Blog yang banyak manfaatnya ?
Manfaat membuat Blog Untuk Tambah Ilmu



Seragam SD Celana Panjang

Seragam SD Celana Panjang
Dalam postingan terdahulu, Royyan sudah menceritakan tentang ketidaksukaan Royyan tentang Seragam SDN (Sekolah Dasar Negeri), yang masih memakai celana pendek.
Kali ini Royyan  hanya ingin agar anak SD Negeri diperkenankan memakai celana panjang.

Menurut apa yang ada dipikiran Royyan memakai celana panjang banyak manfaatnya


  1. Menghangatkan kaki, terutama saat musim hujan, kan tidak mudah masuk angin.
  2. Menghindari Lutut Lecet karena kalau jatuh tidak terkena kulit langsung.
  3. Menghindari gigitan nyamuk, kalau kelas teman-teman tidak bersih, nyamuk biasanya menggigit dikaki di pagi hari.
  4. Buat gaya agar kita lebih ganteng atau cantik


Mengingat memakai celana panjang banyak mnafaatnya,
Bapak/Ibu Guru, boleh ya teman-teman memakai Celana Panjang?

Seragam SDN (Sekolah Dasar Negeri)

Hal yang saya paling tidak suka sekolah di SD Negeri adalah ketika mengenakan seragam.
Saya tidak suka mengenakan seragam SD Negeri  karena seragam SD Negeri  memakai celana Pendek.
Soalnya lutut saya sering lecet dan menjadi hitam.
Jaman sudah berubah.... semakin modern tetapi kenapa seragam SD Negeri  terus memakai celana pendek ya?
Kata Ibu - Bapak saya seragam SD dari jaman Ibu - Bapak sekolah di SD Negeri  masih tetap sama.
ah... Kapan ya seraganm SD Negeri boleh memakai celana panjang?
Sebenarnya saya pengin pindah ke SD swasta tapi letaknya jauh dari rumah, jadi niat itu saya urungkan.
Kalau sudah begini saya pengin cepat-cepat lulus dari SD Negeri, agar bisa sekolah di SLTP.
Di SLTP kan pakai celana panjang malah menjadi wajib.
Seragam SD Negeri
Seragam SD Negeri

Ojo Jajan Sembarangan

Ojo jajan sembarangan
Ojo jajan sembarangan

Ibu saya selalu menasehati agar "ojo jajan sembarangan" (jangan jajan sembarangan).
Kata Ibu kalau jajan sembarangan bisa sakit perut.
Apabila sakit perut bisa terganggu pelajaran di sekolah.
Untuk mengurangi jajan, Ibu membiasakan saya sarapan yang banyak.
Awalnya sih saya tidak suka, karena kalau sarapan rasanya masih kurang enak.
Tetapi lama kelamaan, saya terbiasa juga untuk sarapan.
Tetapi walaupun sudah sarapan kalau istirahat saya juga jajan.
Teringat pesan Ibu agar saya tidak jajan sembarangan maka saya jajan di tempat tetangga depan rumah.
(jarak SD saya dengan rumah saya cuma 100 meter) kalau istirahat bisa punya waktu ke tetangga depan rumah.
Paling banter biasanya saya jajan lontong dan tempe goreng atau bakwan goreng.
Kalau bosen biasanya saya jajan es dan tempe goreng atau bakwan goreng.
Kalau jajan di tetangga masih sehat.
Banyak sih teman-teman yang jajan di depan SD, penjual di depan SD biasanya berjejer.
Kadang-kadang saja kalau kepingin saya juga jajan di depan SD, tetapi saya pilih penjual dan jajanan yang terlihat bersih, jajanan dibungkus sehingga tidak dikerubuti lalat.
Bagi teman-teman yuk kalau jajan pilih-pilih ya..... dan ojo jajan sembarangan
Agar kita tidak sakit perut.

Manfaat Memakai Kaos Kaki

Pagi ini Royyan siap-siap berangkat ke sekolah. Setelah mandi, sarapan, berpakaian, lalu memakai sepatu.
Tidak lupa Royyan  memakai kaos kaki.
Kenapa sih harus memakai kaos kaki?
Bukankah memakai sepatu lebih praktis dan lebih cepat tanpa memakai kaos kaki ?
Pikiran ini sering terlintas oleh Royyan ketika memakai kaos kaki.
Setelah dipikir ternyata memakai kaos kaki banyak manfaatnya loh... teman-teman.
Menurut pengalaman Royyan memakai kaos kaki itu bermanfaat untuk :


  1. Menghangatkan kaki, terutama saat musim hujan, kan tidak mudah masuk angin.
  2. Menghindari lecet karena memakai sepatu.
  3. Mengurangi bau pada kaki dan sepatu, kan keringat menempel di kaos kaki. Lain masalah kalau teman-teman malas mencuci kaos kaki. Sepatu, kaki dan kaos kaki teman-teman jadi bau semua deh.
  4. Buat gaya agar kita lebih ganteng atau cantik, kan kaos kaki berwarna-warni.


Manfaat Memakai Kaos kaki
Kalau dari pengalaman teman-teman memakai kaos kaki manfaatnya apa?

Hormat

Teman-teman, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata Hormat mengandung arti seperti berikut :



hor·mat 1 a menghargai (takzim, khidmat, sopan): sepatutnyalah kita -- kpd orang tua kita; 2 nperbuatan yg menandakan rasa khidmat atau takzim (spt menyembah, menunduk): hadirin serentak berdiri memberi -- kpd tamu yg datang; ber·hor·mat v terhormat; 
ber·hor·mat-hor·mat v 1 saling memberi hormat; saling menghormati; 2 terlalu menghormat; berulang-ulang memberi hormat; 
meng·hor·mat v memberi (menaruh, menyatakan) hormat kpd; menghormati: semua persiapan itu diadakan untuk ~ tamu; meng·hor·mati v 1 menaruh hormat kpd; hormat (takzim, sopan) kpd: anak-anak wajib ~ orang tua; 2 menghargai; menjunjung tinggi: kita harus ~ pendapat dan keyakinan orang lain; 3mengakui dan menaati (tt aturan, perjanjian): kita akan ~ persetujuan dan perjanjian yg telah kita buat; hor·mat-meng·hor·mati v saling menghormati; 
ter·hor·mat a dihormati; mulia: para hadirin yg ~; peng·hor·mat n orang yg menghormati; sesuatu yg dipakai untuk menghormati; 
peng·hor·mat·an n proses, cara, perbuatan menghormati; pemberian hormat: ~ yg berlebih-lebihan dapat berubah sifatnya menjadi pemujaan; ke·hor·mat·an n 1 pernyataan hormat; penghargaan: ia mendapat ~ untuk memimpin sidang itu; barisan (pengawal) ~ , barisan (pengawal) yg khusus sbg pernyataan hormat (kpd tamu agung, orang besar, dsb); doktor ~ , gelar doktor yg diberikan sbg tanda pernyataan hormat; doktor honoris causagapura ~ , gapura (pintu gerbang) yg dibuat untuk menyatakan hormat;gelar ~ , gelar (sebutan) sbg pernyataan hormat; 2 yg dihormati; tempat kita menaruh hormat:beliau adalah ~ orang-orang di desa ini; 3 kebesaran; kemuliaan: setelah mencapai puncak ~ nya, lupalah ia kpd kita; 4 nama baik; harga diri: ia merusak ~ orang tuanya; perbuatannya itu menyinggung ~ orang lain; 5 kesucian (wanita): ia dihukum krn menodai ~ wanita


Kalau pengertian hormat seperti dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah menghargai (takzim, khidmat, sopan): sepatutnyalah kita -- kpd orang tua kita; 2 nperbuatan yg menandakan rasa khidmat atau takzim (spt menyembah, menunduk)

Tapi yang tidak habis pikir kenapa posisi hormat koq seperti ini, ya ?
Menyimpang jauh dari pengertian Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).
Hormat
Hormat
Apalagi yang seperti ini, jauh dari arti hormat seperti yang ada dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).
Hormat ala Hittler
Hormat ala Hittler

Nah kalau yang ini malah pas dengan Pengertian Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).
Hormat ala Jepang
Hormat ala Jepang

Bagaimana pendapat teman-teman ?

Memilih Letak Bangku di Kelas

Memilih Letak bangku di Kelas bagi anak SD itu sangat penting. Soalnya kalau memilih letak bangku yang salah maka bisa menyebabkan prestasi belajar tidak maksimal.
Yang perlu diperhatikan oleh teman-teman adalah :
Memilih Letak Bangku di Kelas
Posisi ideal



  1. Pilihlah Bangku yang letaknya di depan atau di tengah, sebab letak bangku di Belakang terkadang konsentrasi teman-teman terganggu oleh tingkah atau penampilan siswa yang duduk di depan teman-teman. Misal ada teman kamu yang kentut maka kamu merasa terganggu oleh tingkah teman kamu, apalagi kalau kentutnya tidak bunyi.
  2. Pilih Bangku yang letaknya tidak di tepi, sebab posisi papan tulis terletak di tengah, jadi kalau teman-teman memilih bangku yang terletak di tepi maka pandangan teman-teman menyamping. Pandangan menyamping menyebabkan bahu tegang sehingga teman-teman cepat capek.

Memilih Letak Bangku di Kelas

Oke... teman-teman untuk kali ini hanya 2 tips yang bisa Royyan share-kan kepada teman-teman.
Selamat memilih Letak Bangku di Kelas yang tepat ya teman-teman.
Tapi awas jangan sampai berantem ya............

Tujuan Sekolah


Nilai Ulangan jelek

Sewaktu nilai ulanganku jelek, sedih rasanya.
Perasaan sedihku tidak bisa saya sembunyikan sampai di rumah.
Biasanya yang paling pertama mengetahui perasaaanku adalah Ibu tercinta.
Lalu Ibu juga biasanya memberitahukan ke Bapak.

Nah, kalo sudah begini biasanya Bapak suka memberi nasehat kepadaku.
Biasanya sih malam hari kalau sudah acara makan bersama.

Dan nasehat yang sangat berharga dari bapak saya sebagai berikut :
Kata Bapak saya sekolah itu 
1. Untuk meningkatkan kecerdasan
2. Meingkatkan pengetahuan
3. Membentuk kepribadian yang baik
4. Agar saya memiliki ketrampilan untuk hidup mandiri.

Kata Bapak Nilai bukan salah satu tujuan sekolah jadi jangan bersedih.
Nilai jelek itu bagian dari belajar.
Tapi kalau nilainya jelek terus itu berarti pengetahuannya tidak meningkat, itu biasanya karena malas belajar.

Makanya rajin-rajin belajar ya.

Tips memilih sikat gigi

Gigi saya putih dan bersih,.
Itu karena saya rajin menyikat gigi 2 kali sehari, sehabis makan pagi dan sebelum tidur.
Kebiasan ini saya lakukan dari kecil.
Saat kecil saya paling suka sikat gigi karena pasta giginya rasanya stroberi.

Sekarang sikat gigi dan pasta giginya sudah berbeda dengan waktu saya kecil.
Sekarang saya suka sikat gigi karena pasta giginya terasa semriwing di mulut.

Apakah teman-teman juga suka sikat gigi ?
Kalau belum mungkin teman-teman salah memilih sikat gigi.

Saya punya tips memilih sikat gigi nih buat teman-teman :
1. Pilih Kepala Sikat gigi yang kecil sesuai dengan mulut
2. Pilih Bulu Sikat gigi yang halus, biar ketika digosok gusi tidak sakit.
3. Pilih Gagang Sikat yang enak di pegang.


Sikat Gigi

Ayo sikat gigi 2 kali sehari.

Rajin Memotong Kuku agar Sehat

Rajin Memotong Kuku agar Sehat

Setiap hari Jum'at sebelum Pelajaran Olahraga dimulai biasanya Ibu Guru memeriksa kuku satu per satu murid-muridnya.
Ibu Guru memberi nasehat agar murid-muridnya merawat kesehatan dengan rajin memotong kuku.
Bagi murid yang memiliki kuku panjang dan hitam, maka Ibu guru meminta murid yang bersangkutan agar memotong kukunya.
Kalau saya sih rajin memotong kuku karena sudah menjadi kebiasaan dari TK, kan di TK sudah diajari memotong kuku.
Biasanya saya memotong kuku dengan alat pemotong kuku, kalau alat pemotong kuku tidak ada biasanya saya menggunakan gunting,
Apakah teman-teman rajin memotong kuku seperti saya juga?

Pengembangan Pendidikan Agama Islam di Sekolah (Bag. 1)





Pengembangan
Pendidikan Agama Islam pada sekolah (madrasah) mengacu kepada Peraturan Pemerintah Nomor 19
Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP) terutama pada standar isi,
standar proses pembelajaran, standar pendidik dan tenaga kependidikan, serta
sarana dan prasarana pendidikan.



Pengembangan
Pendidikan Agama Islam pada sekolah (madrasah) juga mengimplementasikan
Peraturan